Thursday, 26 January 2023

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 

IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF DI SMA NEGERI 2 MEMPAWAH HILIR MELALUI KEGIATAN IN HOUSE TRAINING

 

-Oleh: Rizki Rahayu, S.Pd.-

CGP Angkatan 7, SMA Negeri 2 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah

 

A.  Latar Belakang

       Sebagai seorang Calon Guru Penggerak (CGP), setelah mempelajari Modul 1.4 tentang Budaya Positif, penulis banyak memperoleh ilmu atau konsep-konsep baru yang sangat bermanfaat dalam mewujudkan budaya positif di sekolah, yaitu mengenai teori kontrol, disiplin positif, teori motivasi, keyakinan kelas, dan restitusi.

       Budaya positif akan dapat terwujud dari lingkungan yang positif, dan lingkungan yang positif akan terbentuk jika sekolah telah berhasil menerapkan disiplin positif. Disiplin selama ini diidentikkan dengan membentuk kepatuhan melalui pemberian hukuman, namun pada dasarnya disiplin positif adalah self discipline, yaitu bagaimana seseorang dapat sekuat-kuatnya mengatur dirinya sendiri, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara. Karena berdasarkan teori kontrol (William Glasser), bahwa sesungguhnya yang dapat mengendalikan diri kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Adapun orang lain dapat mengontrol kita hal itu adalah ‘seolah-olah’ saja atau dapat dikatakan sebagai ‘ilusi’, karena misalnya seorang guru yang dapat mengontrol murid adalah karena murid tersebut lah yang mengizinkan guru untuk mengontrol dirinya .

Untuk itu, agar dapat mendorong munculnya disiplin positif pada murid yang muncul dari dalam dirinya sendiri, seorang guru dapat mendorong munculnya motivasi internal pada murid. Berdasarkan teori motivasi yang dikemukakan oleh Diane Gossen, motivasi internal atau yang dikenal dengan motivasi intrinsik lebih efektif dan bersifat jangka panjang dalam mempengaruhi perilaku seseorang, sedangkan motivasi ekstrinsik bersifat sementara dan tidak efektif, karena dorongan melakukan sesuatu berasal dari luar yaitu ingin mendapat penghargaan ataupun karena menghindari rasa tidak nyaman dan hukuman.

Agar dapat memunculkan motivasi intrinsik pada murid dalam berperilaku disiplin, guru perlu memberikan pemahaman dan kesadaran akan nilai-nilai kebajikan yang bersifat universal, sehingga ketika murid berperilaku maka dasar dari tindakannya adalah keyakinan akan nilai-nilai kebaikan yang sudah mengakar dalam dirinya, bukan karena takut dihukum atau karena ingin mendapatkan pujian dan hadiah. Selain itu, jika murid masih melakukan kesalahan atau melanggar aturan maka guru dapat melakukan langkah-langkah restitusi, agar murid tidak merasa menjadi orang yang gagal karena guru memberikan hukuman, tetapi melalui restitusi murid akan memiliki identitas positif mengenai dirinya.

Oleh karena itu, setelah mendapatkan wawasan dan pengalaman baru mengenai Budaya Positif, penulis menyadari akan pentingnya implementasi budaya positif di sekolah. Namun hal ini tidak dapat dilakukan seorang diri, seluruh komponen sekolah perlu memahami pentingnya mewujudkan budaya positif secara bersama-sama dengan kolaborasi yang solid. Untuk itulah pada akhirnya diusulkan kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Budaya Positif di SMA Negeri 2 Mempawah Hilir yang dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Januari 2023, diikuti oleh guru, pegawai tata usaha, dan komite sekolah.

 

B.  Tujuan

Tujuan dari dilaksanakannya IHT ini agar dapat mewujudkan budaya positif di sekolah melalui program disiplin positif sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan ouput murid-murid yang berkarakter.

 

C.  Tolak Ukur Keberhasilan

Tolak ukur keberhasilan implementasi budaya positif adalah jika muncul indikator berikut:

·         murid bersikap lebih baik dan jarang melakukan pelanggaran;

·         murid lebih termotivasi dalam belajar.

 

D.  Dukungan yang Diperlukan

Dukungan yang diperlukan agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan adalah tentunya dari anggaran yang sesuai untuk melaksanakan kegiatan, serta tim atau panitia yang solid dalam setiap kegiatan.

 

E.  Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan

Kegiatan IHT dilaksanakan selama dua hari, dengan melibatkan tiga orang narasumber yang terdiri atas dua orang CGP dan satu guru BK. Narasumber tidak hanya menyampaikan materi mengenai konsep-konsep budaya positif, tetapi juga peserta langsung menerapkan wawasan yang diperolehnya melalui kegiatan diskusi kelompok dan presentasi. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok diberikan kasus/masalah untuk dianalisa, kemudian merumuskan keyakinan kelas dan merumuskan program dan kegiatan budaya positif yang dapat diterapkan di sekolah. Dalam kegiatan presentasi, kelompok lain dapat bertanya, memberi tanggapan dan masukan yang positif. Berikut ini beberapa foto yang merupakan dokumentasi kegiatan:  


Penulis menjadi salah satu narasumber

 


Peserta melakukan diskusi kelompok

 


Peserta melakukan presentasi

 

sumber foto : dokumentasi sekolah


Sebagai salah satu upaya mewujudkan budaya positif, setelah kegiatan peserta melakukan kegiatan refleksi.  Dari refleksi yang dilakukan, sebagian besar peserta merasa senang mengikuti kegiatan IHT dan beritikad untuk menerapkan disiplin positif di sekolah, peserta juga merasakan bahwa ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan penting untuk diterapkan.

Setelah kegiatan selesai, dirumuskan Implementasi Budaya Positif dengan tahapan sebagai berikut:


 

Rencana Tindak Lanjut dari implementasi budaya positif sebagai berikut:

NO.

PROGRAM

KEGIATAN

SUMBER DAYA YANG DIPERLUKAN

WAKTU

PELAKSANA

1.

PENANAMAN KESADARAN NILAI-NILAI KEBAJIKAN

Menyusun keyakinan kelas

Alat tulis, kertas/karton/banner

Minggu ke-2 Januari 2023

Wali kelas

2.

PEMBENTUKAN KARAKTER

Penyambutan murid

-

Setiap hari

(Januari-Juni 2023)

Tim penyambutan murid

Penanaman Visi Sekolah (sebelum pelajaran dimulai pada jam pertama)

-

Setiap hari

(Januari-Juni 2023)

Guru mata pelajaran

Inspirasi Dhuha

Perangkat audio, alas duduk/karpet/terpal

Tiap 2 bulan sekali

(Januari-Juni 2023)

Tim Inspirasi Dhuha

Literasi

Bahan-bahan literasi

Senin s/d Kamis

(Januari-Juni 2023)

Tim Literasi

Jum’at bersih

Alat-alat kebersihan

Pekan ke-2

(Januari-Juni 2023)

Tim Adiwiyata

Senam Pelajar Pancasila

Perangkat audio

Tiap jum’at

(Januari-Juni 2023)

Tim P 5

Sholat Dzhuhur berjama’ah

-

Senin s/d Kamis

(Januari-Juni 2023)

Guru PAI dan Pembina Rohis

Infaq/sadaqah

Kotak infaq

Setiap jum’at dan insidental

(Januari-Juni 2023)

Panitia BAZ Sekolah

English Day

-

Setiap jum’at

(Januari-Juni 2023)

Guru dan TAS

 

 

REFERENSI:

Nurcahyani, Andri,  dkk.  (2022).  Modul  1 .4  Budaya  Positif:  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA Oleh Rizki Rahayu, S.Pd. CGP Angkatan 7, SMAN 2 Mempa...