AKSI
NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF
IMPLEMENTASI
BUDAYA POSITIF DI SMA NEGERI 2 MEMPAWAH HILIR MELALUI KEGIATAN IN HOUSE TRAINING
-Oleh: Rizki Rahayu, S.Pd.-
CGP Angkatan 7, SMA Negeri 2
Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah
A. Latar Belakang
Sebagai seorang Calon Guru Penggerak
(CGP), setelah mempelajari Modul 1.4 tentang Budaya Positif, penulis banyak
memperoleh ilmu atau konsep-konsep baru yang sangat bermanfaat dalam mewujudkan
budaya positif di sekolah, yaitu mengenai teori kontrol, disiplin positif,
teori motivasi, keyakinan kelas, dan restitusi.
Budaya positif akan dapat terwujud dari
lingkungan yang positif, dan lingkungan yang positif akan terbentuk jika
sekolah telah berhasil menerapkan disiplin positif. Disiplin selama ini
diidentikkan dengan membentuk kepatuhan melalui pemberian hukuman, namun pada
dasarnya disiplin positif adalah self discipline,
yaitu bagaimana seseorang dapat sekuat-kuatnya mengatur dirinya sendiri,
sebagaimana yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara. Karena berdasarkan teori
kontrol (William Glasser), bahwa sesungguhnya yang dapat mengendalikan diri
kita adalah kita sendiri, bukan orang lain. Adapun orang lain dapat mengontrol
kita hal itu adalah ‘seolah-olah’ saja atau dapat dikatakan sebagai ‘ilusi’,
karena misalnya seorang guru yang dapat mengontrol murid adalah karena murid
tersebut lah yang mengizinkan guru untuk mengontrol dirinya .
Untuk itu, agar dapat mendorong munculnya disiplin
positif pada murid yang muncul dari dalam dirinya sendiri, seorang guru dapat
mendorong munculnya motivasi internal pada murid. Berdasarkan teori motivasi
yang dikemukakan oleh Diane Gossen, motivasi internal atau yang dikenal dengan
motivasi intrinsik lebih efektif dan bersifat jangka panjang dalam mempengaruhi
perilaku seseorang, sedangkan motivasi ekstrinsik bersifat sementara dan tidak
efektif, karena dorongan melakukan sesuatu berasal dari luar yaitu ingin
mendapat penghargaan ataupun karena menghindari rasa tidak nyaman dan hukuman.
Agar dapat memunculkan motivasi intrinsik pada murid
dalam berperilaku disiplin, guru perlu memberikan pemahaman dan kesadaran akan
nilai-nilai kebajikan yang bersifat universal, sehingga ketika murid
berperilaku maka dasar dari tindakannya adalah keyakinan akan nilai-nilai
kebaikan yang sudah mengakar dalam dirinya, bukan karena takut dihukum atau
karena ingin mendapatkan pujian dan hadiah. Selain itu, jika murid masih
melakukan kesalahan atau melanggar aturan maka guru dapat melakukan
langkah-langkah restitusi, agar murid tidak merasa menjadi orang yang gagal
karena guru memberikan hukuman, tetapi melalui restitusi murid akan memiliki
identitas positif mengenai dirinya.
Oleh karena itu, setelah mendapatkan wawasan dan
pengalaman baru mengenai Budaya Positif, penulis menyadari akan pentingnya
implementasi budaya positif di sekolah. Namun hal ini tidak dapat dilakukan
seorang diri, seluruh komponen sekolah perlu memahami pentingnya mewujudkan
budaya positif secara bersama-sama dengan kolaborasi yang solid. Untuk itulah
pada akhirnya diusulkan kegiatan In House
Training (IHT) Implementasi Budaya Positif di SMA Negeri 2 Mempawah Hilir
yang dilaksanakan pada tanggal 5 dan 6 Januari 2023, diikuti oleh guru, pegawai
tata usaha, dan komite sekolah.
B. Tujuan
Tujuan dari
dilaksanakannya IHT ini agar dapat mewujudkan budaya positif di sekolah melalui
program disiplin positif sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan ouput murid-murid yang berkarakter.
C. Tolak Ukur Keberhasilan
Tolak
ukur keberhasilan implementasi budaya positif adalah jika muncul indikator berikut:
·
murid bersikap lebih baik dan jarang
melakukan pelanggaran;
·
murid lebih termotivasi dalam belajar.
D. Dukungan yang Diperlukan
Dukungan yang
diperlukan agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan adalah
tentunya dari anggaran yang sesuai untuk melaksanakan kegiatan, serta tim atau
panitia yang solid dalam setiap kegiatan.
E. Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan
Kegiatan IHT dilaksanakan selama dua hari, dengan
melibatkan tiga orang narasumber yang terdiri atas dua orang CGP dan satu guru
BK. Narasumber tidak hanya menyampaikan materi mengenai konsep-konsep budaya
positif, tetapi juga peserta langsung menerapkan wawasan yang diperolehnya
melalui kegiatan diskusi kelompok dan presentasi. Peserta dibagi menjadi 5
kelompok, masing-masing kelompok diberikan kasus/masalah untuk dianalisa,
kemudian merumuskan keyakinan kelas dan merumuskan program dan kegiatan budaya
positif yang dapat diterapkan di sekolah. Dalam kegiatan presentasi, kelompok
lain dapat bertanya, memberi tanggapan dan masukan yang positif. Berikut ini beberapa
foto yang merupakan dokumentasi kegiatan:
Penulis
menjadi salah satu narasumber
Peserta
melakukan diskusi kelompok
Peserta
melakukan presentasi
sumber
foto : dokumentasi sekolah
Sebagai
salah satu upaya mewujudkan budaya positif, setelah kegiatan peserta melakukan
kegiatan refleksi. Dari refleksi yang
dilakukan, sebagian besar peserta merasa senang mengikuti kegiatan IHT dan
beritikad untuk menerapkan disiplin positif di sekolah, peserta juga merasakan
bahwa ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan penting untuk diterapkan.
Setelah
kegiatan selesai, dirumuskan Implementasi Budaya Positif dengan tahapan sebagai
berikut:
Rencana
Tindak Lanjut dari implementasi budaya positif sebagai berikut:
|
NO. |
PROGRAM |
KEGIATAN |
SUMBER
DAYA YANG DIPERLUKAN |
WAKTU |
PELAKSANA |
|
1. |
PENANAMAN KESADARAN NILAI-NILAI
KEBAJIKAN |
Menyusun keyakinan kelas |
Alat tulis, kertas/karton/banner |
Minggu
ke-2 Januari 2023 |
Wali kelas |
|
2. |
PEMBENTUKAN KARAKTER |
Penyambutan murid |
- |
Setiap
hari (Januari-Juni
2023) |
Tim penyambutan murid |
|
Penanaman Visi Sekolah (sebelum
pelajaran dimulai pada jam pertama) |
- |
Setiap hari (Januari-Juni
2023) |
Guru mata pelajaran |
||
|
Inspirasi Dhuha |
Perangkat audio, alas
duduk/karpet/terpal |
Tiap
2 bulan sekali (Januari-Juni
2023) |
Tim Inspirasi Dhuha |
||
|
Literasi |
Bahan-bahan literasi |
Senin
s/d Kamis (Januari-Juni
2023) |
Tim Literasi |
||
|
Jum’at bersih |
Alat-alat kebersihan |
Pekan
ke-2 (Januari-Juni
2023) |
Tim Adiwiyata |
||
|
Senam Pelajar Pancasila |
Perangkat audio |
Tiap
jum’at (Januari-Juni
2023) |
Tim P 5 |
||
|
Sholat Dzhuhur berjama’ah |
- |
Senin
s/d Kamis (Januari-Juni
2023) |
Guru PAI dan Pembina Rohis |
||
|
Infaq/sadaqah |
Kotak infaq |
Setiap
jum’at dan insidental (Januari-Juni
2023) |
Panitia BAZ Sekolah |
||
|
English Day |
- |
Setiap
jum’at (Januari-Juni
2023) |
Guru dan TAS |
REFERENSI:
Nurcahyani, Andri,
dkk. (2022). Modul
1 .4 Budaya Positif:
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi.