KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2
PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Oleh Rizki Rahayu, S.Pd.
CGP Angkatan 7, SMAN 2 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah
Setelah mempelajari Modul
3.2 tentang Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya, saya
mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa guru sebagai pemimpin pembelajaran menjadi
penggerak yang menginisiasi, ikut serta, bahkan mendorong seluruh warga sekolah
untuk dapat menemukenali nilai positif atau kekuatan dari seluruh sumber daya
yang ada di sekolah, sehingga sumber daya yang ada sebagai aset sekolah
tersebut dapat dikelola dengan optimal demi terwujudnya pembelajaran yang
berpihak pada murid. Untuk itu terlebih dahulu yang dapat saya lakukan sebagai
guru yaitu mengenali kekuatan yang ada pada diri sendiri, pada murid-murid,
rekan sejawat, serta lingkungan, sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan
untuk mendukung pembelajaran yang dirancang agar berpihak pada murid, pada
sebesar-besarnya pengembangan potensi murid. Kemudian setelah mampu mengenali
kekuatan dari sumber daya yang ada, maka mengajak bersama-sama melalui suatu
forum kepada rekan sejawat, warga sekolah lainnya, serta masyarakat sekitar, untuk
dapat mengenali dan memetakan aset apa saja yang dimiliki sekolah. Setelah itu
berdiskusi bersama untuk menentukan bagaimana pengelolaan aset yang ada di
sekolah dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk menghadirkan pembelajaran yang
berpihak pada murid. Inilah yang dinamakan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset,
atau dapat pula disebut dengan Pengembangan Sekolah Berbasis Aset.
Dalam Pengembangan
Sekolah Berbasis Aset (PSBA), penting untuk dapat mengenali sisi positif atau
kekuatan dari setiap aset yang ada di sekolah dan penting pula untuk dapat
mengelolanya secara tepat sehingga akan membantu proses pembelajaran murid
menjadi lebih berkualitas. Misalnya saya akan menerapkan PSBA di dalam kelas
dimana saya mengajar, yang mungkin dapat saya lakukan ketika pembelajaran
adalah mencoba memahami karakteristik murid dan menemukan sisi positif pada
setiap murid alih-alih memandang mereka sebagai hambatan terutama bagi murid
yang dinilai sulit diatur. Kemudian sisi positif inilah yang menjadi titik
fokus bagi pengembangan potensi mereka, misalnya pada anak yang suka banyak
bicara di kelas, anak ini sebenarnya memiliki potensi pada kemampuan verbal,
sehingga dapat diarahkan untuk menjadi penyaji dalam presentasi atau menjadi
pembawa acara pada kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah. Dengan demikian sebagai
guru saya dapat menuntun murid berkembang sesuai kodrat/potensinya. Hal ini tentu
saja menunjukkan keterkaitan dengan apa yang telah dipelajari pada modul
sebelumnya mengenai Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara bahwa guru
memberikan tuntunan terhadap kodrat anak.
PSBA merupakan suatu
pendekatan yang mengarahkan kepada kita untuk dapat menemukan inti positif pada
setiap sumber daya yang ada, hal ini berkaitan dengan Pendekatan Inkuiri
Apresiatif yang telah dipelajari sebelumnya yaitu mengenai Visi Guru Penggerak,
terutama ketika menggunakan kerangka BAGJA untuk mewujudkan prakarsa perubahan.
Selain itu ketika mempelajari modul ini kita diingatkan kembali dengan materi
Nilai dan Peran Guru Penggerak, bahwa guru berperan sebagai pemimpin
pembelajaran yang mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Sebelum mempelajari modul
ini saya sama sekali tidak mau memikirkan tentang pengelolaan atau manajemen
sekolah, karena saya pikir itu adalah tugas kepala sekolah, dan saya hanya
ingin menjadi seorang guru. Namun setelah mempelajari modul ini saya menjadi
sadar bahwa guru pun harus memahami dan mengimplementasikan pengelolaan sumber
daya berbasis aset setidaknya di dalam kelasnya sendiri, karena pengetahuan ini
dapat membantu guru untuk dapat mengelola pembelajaran yang berkualitas yang
berpihak pada murid, dengan demikian guru dapat mewujudkan perannya sebagai
pemimpin pembelajaran.
No comments:
Post a Comment