Wednesday, 8 March 2023

KONEKSI ANTAR MATERI: PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL

Oleh: Rizki Rahayu, S.Pd.-CGP Angkatan 7-SMAN 2 Mempawah Hilir

    Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa tiap murid bertanggung jawab untuk dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dan harus mengenyampingkan hambatan-hambatan yang dimilikinya, sehingga saya lebih bersikap menuntut kepada murid untuk fokus dalam belajar tanpa menggali lebih jauh mengenai kondisi sosial-emosional mereka. Namun, setelah mempelajari modul ini, ternyata gurulah sosok pertama yang harus aktif sebagai pemimpin pembelajaran untuk merencanakan kegiatan pembelajaran sosial-emosional berbasis ‘mindfulness’ atau kesadaran penuh. Karena pada dasarnya murid yang terlatih untuk memberikan perhatian penuh dalam setiap kegiatan pembelajaran maka secara akademik kemampuannya akan meningkat. Murid yang memiliki kesadaran penuh, yang mencurahkan perhatian dan rasa keingintahuannya secara positif dalam kegiatan pembelajaran maka murid tersebut telah memiliki kesadaran diri sekaligus dapat mengelola dirinya, memiliki empati dan kepedulian terhadap orang lain, sehingga ia mampu berinteraksi secara positif dengan orang lain, dan mampu membuat keputusan-keputusan yang dilandasi oleh nilai kebaikan dan penghargaan terhadap sesama.

    Dengan melaksanakan Pembelajaran Sosial-Emosional (PSE) maka diharapkan akan terwujud kesejahteraan psikologis (well being) bagi seluruh individu yang ada di sekolah. PSE yang berhasil diterapkan dengan baik akan memunculkan 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE), yaitu kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pembuatan keputusan yang bertanggung jawab. Untuk itu, sebelum melatihkan dan menananmkan PSE pada murid, guru perlu terlebih dahulu melatih dirinya untuk memunculkan 5 KSE dalam dirinya juga rekan sejawatnya (Pendidik dan Tenaga Kependidikan).

    Dengan melaksanakan PSE maka secara tidak langsung guru juga melaksanakan pembelajaran yang berdiferensiasi. Hal ini berlaku ketika menerapkan teknik-teknik mindfulness dan langkah-langkah untuk melatih 5 KSE dengan menciptakan suasana dan proses yang disesuaikan dengan kebutuhan murid. Penerapan PSE juga berarti mewujudkan budaya positif dan salah satu upaya mewujudkan visi guru terkait dengan Profil Pelajar Pancasila. Guru mengimplementasikan nilai dan perannya melalui PSE, sehingga tujuan pendidikan berlandaskan filosofi Ki Hadjar Dewantara dapat tercapai, yaitu guru menuntun kodrat anak untuk mencapai kebahagian yang setinggi-tingginya.

    Oleh karena itu, berkaitan dengan kebutuhan belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well being), 3 hal mendasar dan penting yang saya pelajari adalah:

1) untuk menerapkan PSE perlu kolaborasi dengan seluruh komponen yang ada di sekolah, berlandaskan kerangka CASEL (Colaborative for Academic Social Emotional Learning);

2) ada 4 indikator penerapan PSE yaitu pengajaran eksplisit, integrasi dengan praktik mengajar guru dan kurikulum akademik, pengembangan iklim kelas dan budaya sekolah, serta penguatan KSE pada Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

3) PSE berlandaskan mindfulness atau kesadaran penuh, oleh karena itu guru perlu terus berlatih untuk mengimplementasikan teknik-teknik kesadaran penuh agar dapat membantu murid untuk menghadirkan dirinya secara penuh dalam tiap kegiatan pembelajaran.

    Berkaitan dengan hal di atas, perubahan yang akan saya terapkan di kelas dan di sekolah adalah mengimplementasikan PSE dengan mengintegrasikannya pada praktik mengajar mata pelajaran Geografi yang saya ampu, menyampaikan ide dan mengajak kepada rekan sejawat untuk menerapkan PSE secara eksplisit pada kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru, serta menyampaikan pemahaman yang saya peroleh kepada rekan sejawat secara daring (menyebarkan link video berbagi pemahaman PSE) ataupun dalam forum diskusi.


REFERENSI: 

Caesilia Ika W., dkk (2022). Pendidikan Guru Penggerak Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

No comments:

Post a Comment

  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA Oleh Rizki Rahayu, S.Pd. CGP Angkatan 7, SMAN 2 Mempa...